Ini Daftar Hacker Muda Paling ‘Berbahaya‘ di Dunia




Tak hanya berusia dewasa, nyatanya ada juga hacker yang usianya muda, bahkan ada yang usianya di bawah 10 tahun. Hacker sendiri merupakan orang yang bekerja untuk membobol sebuah sistem dan memodifikasinya.
Nah, berikut ini NNC sajikan daftar bocah hacker paling 'berbahaya' di dunia seperti dirangkum dari berbagai sumber:
Bocah berusia 9 tahun ini menjadi seorang hacker ternama. Ruben Paul menjadi perhatian dunia pasca ia berhasil mencuri semua data dari ponsel Android hanya dalam 15 menit. Sadis!
Dan menariknya, saat ini, Ruben Paul merupakan CEO Prudent Games, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengembangan permainan edukatif. Di kalangan para hacker dunia, Ruben Paul dikenal dengan julukan The Rapstar.
Ini dia bocah hacker termuda di dunia. Berusia 5 tahun, Kristoffer Von Hassel tercatat sebagai 'Security Researcher' termuda yang terdaftar di perusahaan teknologi raksasa Microsoft Security Techcenter. Sebab, ia telah menemukan kerentanan pada sistem milik mereka. Kristoffer Von Hassel sanggup melewati layar otentikasi Xbox Live, di mana secara teori ia dapat mengakses game yang sebenarnya tidak dapat diakses.
3. Betsy Davies
Berbeda dengan Ruben Paul dan Kristoffer Von Hassel yang merupakan bocah laki-laki, Betsy Davies adalah seorang bocah perempuan. Di umurnya yang baru menginjak 7 tahun ia sudah piawai soal peretasan. Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh 5 News dan provider VPN Hidemyass.com, Betsy meretas jaringan WiFi untuk mencuri traffic dari salah satu karyawan hanya dalam waktu 10 menit dan 54 detik saja.
4. ACK! 3STX
Dan yang terakhir hacker berjuluk ACK! 3STX. Hacker berusia 15 tahun asal Austria ini dalam waktu singkat menjadi salah satu hacker terbaik di sebuah forum yang memberi poin untuk setiap serangan yang berhasil. ACK! 3STX berhasil menyusup ke 259 situs perusahaan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Namun, ia akhirnya ditemukan dan ditangkap oleh polisi Austria.
Menurut laporan tersebut, anak tersebut mencuri data, dipublikasikan, dan terkadang mengungkapkan prestasinya lewat akun Twitter. Saat diinterogasi, anak tersebut langsung mengaku bersalah dan mengatakan telah melakukannya karena ia bosan dan ingin membuktikan bahwa ia bisa melakukannya.

Komentar